Moral Kepemimpinan, , ,

Oleh Badjoeri Widagdo SH, MH, MBA

MAJU mundurnya bangsa banyak ditentukan oleh para pemimpin. Sebab pada hakekatnya pemimpin itu memiliki tanggungjawab, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Tanggungjawab inilah yang pada dasarnya terkait dengan moral kepemimpinan. Kehidupan keseharianpun juga tidak lepas dari bagaimana seseorang melakukan kepemimpinan, baik terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain.

Karenanya, merebaknya isu akhir-akhir ini, khususnya dalam memilih pejabat publik melalui Pilkada, kaderisasi, penjen-jangan, tidak terlepas dari upaya untuk menghadirkan para pemimpin masa depan yang mampu membawa bangsa Indonesia semakin baldatun toyyibatun warobun ghofur.

Lao-Tzu, filsafat dari Cina yang hidup pada abad ke enam sebelum masehi menyatakan seorang pemimpin dalam tingkatannya yang paling baik, ialah ketika orang-orang nyaris tidak tahta bahwa (a ada. Dalam tingkatannya yang lebih rendah, ialah ketika orang-orang berpura-pura taat dan mengelu-elukannya. Dalam tingkatannya yang paling buruk, Ialah ketika orang mencampakannya apabila orang tersebut sudah tidak lagi menjadi pemimpin.

Oleh sebab itu untuk menjadi pemimpin pada gallbnya harus disiapkan dan menyiapkan diri. Tidak seorangpun llba-liba mampu tampil menjadi pemimpin. Dalam kenyataannya, ada tiga prespektif pemimpin yaitu Pertama, ada orang yang dilahirkan menjadi pemimpin; Kedua, ada yang diberi kesempatan untuk menjadi pemimpin; Ketiga, ada yang sedang mencari Jalan dan menemukan Jati dirinya untuk menjadi pemimpin.

Sejalan dengan era reformasi yang penuh kelldak pastian, yang sekaligus penuh dengan dinamika perubahan; karena itu para pemimpin dituntut siap menghadapi perubahan, mengembangkan potensi kepemimpinan dalam proses transformasi dinamik. Sebab, orang-orang yang selaluberusaha maju, berani menghadapi perubahan dan mengembangkan kemampuan kepemimpinannya, adalah bagian yang sangat penting dari masa depan dan merupakan sebagian dari moral kepemimpinan. Pengalaman mengajarkan, bahwa untuk menjadi pemimpin dituntut memiliki beberapa persyaratan moral kepemimpinan, tidak peduli apakah Ia pemimpin formal atau non formal. Pertama, memiliki karakter dan jati diri. Kedua hal Ini adalah kunci untuk suksesnya memimpin, baik untuk sendiri, lingkungan, organisasi atau bahkan tingkat negara seusai dengan kepemimpinan yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemahaman tentang karakter dan Jati diri tersebut, mencerminkan apa yang harus dilaksanakan, membuat pilihan terbaik tentang apa. siapa dan bagaimana seseorang berfikir, berprilaku dan bertindak, mengambil tanggung Jawab, memahami dimana ego akan muncul dan mereda, serta cerminan integritas kepribadian (terhadap keahliannya, Intelektual dan emosional serta splritualnya dapal berjalan bersama-sama menjadi satu). Integritas kepribadian tersebut akan membentuk ketinggian diri manusia. Dengan komitmen seperti Itu minimal orang tidak berbuat semena-mena dalam menjalankan amanah kepemimpinannya. Dengan kesadaran seperti Itu diharapkan pemimpin yang bersangkutan tidak akan menabrak rambu-rambu moral, misalnya melakukan KKN, sekecil apapun hanya untuk memenuhi ambisi dan kepentingannya.

Kedua, memiliki kemampuan menangani perubahan, ketidakpastian, keka-lutan, dan kemenduaan/ dualisme (double standart) dalam berbagai bidang kehidupan. Bagi kepemimpinan nasionaltermasuk menjawab tantangan bahwa Indonesia, bukanlah termasuk kategori (/ie soft state seperti yang dikatakan oleh Gunar Myrdal.Ketiga, mempunyai visi kemana suatu organisasi bergerak. Visi adalah pelita penuntun, karena membantu dalam membuat alur keputusan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan mengambil keputusan, cepat, tepat, benar, dengan harga yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Dengan visi, pemimpin memberikan semua Jawaban yang penting dari masa sekarang ke masa depan. Karena Itu, pemimpin tidak sekedar mengikuti perubahan, tetapi mewarnai perubahan (dlr-rection setter). berarti menentukan siapa yang berkata apa, kepada siapa, tentang apa dan tentang bagaimana rencana dan kegiatan diselesaikan.Keempat, memiliki seperangkat nilai moral yangjelas. Kepemimpinan tumbuh dari nilai-nilai yang dipegang oleh para pemimpin. Diantara para pemimpin Itu, yang terpenting adalah karakter dan integritas moral kepribadian. Bila seseorang kehilangan karakter dan integritas moral kepribadiannya, maka kepemimpinannya akan hilang (hancur).

Kelima, mampu melayani yang dipimpin. Lazimnya untuk memulai suatu pekerjaan, terlalu banyak apa yang diinginkan oleh pemimpin, serta apa yang Ingin dikerjakan. Tetapi begitu memulai untuk memberdayakan banyak orang yang juga memiliki kepedulian, terasa ada suatu tanggung Jawab besar untuk menggerakan organisasi terus maju. Karena Itu, pemimpin identik dengan tanggung jawab, untuk melayani secara adil, bukan untuk minta dilayani.Keenam, keterbukaan. Keterbukaan adalah kedewasaan berfikir, bertindak dari berpribadian. Keterbukaan merupakan saduan dari kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dan kecerdasan pikirannya sekaligus.

Ketujuh, kepercayaan. Kepercayaan ada-lah lem emosional yang mengikat anggota dan pemimpin secara bersama-sama. Akumulasi kepercayaan adalah suatu ukuran legitimasi kepemimpinan, yang tidak dapat dlmandatkan atau diperjual belikan. Kepercayaan adalah rumusan dasar dari semua kebutuhan untuk mempertahankan eksistensi intltusi.Kedelapan, mampu menggunakan kekuasaan dengan bijak. Pemimpin Itu penata layan dan pengguna kekuasaan (power) secara bijaksana (wisdom). Ia beroperasi pada lingkup keadilan kecerdasan akal, emotional, spiritual, dan moral, komitmen, dan aspirasi.

Naluri seorang pemimpin seharusnya adalah menyukai perubahan (change). Agar berhasil menjadi agent of change. seorang pemimpin harus memiliki konsep kepemimpinan yang menonjol dalam hal keterarahan. membangun tim, ketaula-danan. Sebab Ia adalah panutan dan bukan menggunakan kekuasaannya semena-mena dan kepemihakan atau melacurkan diri untuk kepentingan yang bertolak dengan kebutuhan kebersamaan. Inti dari pouierdan wisdom Ini adalah membangun kemajuan secara berkeadilan dansejahtera.

Mengantisipasi masa depan yang unpredictable tersebut, mengisyaratkan bahwa visi dan misi kepemimpinan akan terkait erat dengan waktu dan lingkungan. Pemimpin dituntut memiliki keahlian dan mampu bertindak sebagai spokesman, mampu berperan sebagai agent of change, serta mampu berperan sebagai direction seller.Apa yang diuraikan diatas, adalah sebagian dari moral kepemimpinan yang harus ada pada diri seorang pemimpin. Tanpa moral kepemimpinan seperti itu, suatu organisasi sekecil RT. RW sekalipun apalagi suatu negara bangsa, akan selalu meninggalkan residu masalah dari waktu ke waktu. Wallahualambisowab. (Emailwbadj@ yahoo.com/Direktur EskutiJ Pusat Kajian Reformasi/Pengurus Pusat Yayasan Jati Diri Bangsa di Jakartai

Entitas terkait

Akumulasi | Cina | Diantara | Direktur | Gunar | Ialah | Indonesia | Integritas | Intelektual | Inti | Jati | Jawab | Jawaban | Kehidupan | Kepemimpinan | Kepercayaan | Keterbukaan | Lazimnya | MAJU | MBA | Mengantisipasi | Naluri | Pemahaman | Pemimpin | Pengalaman | RW | Sebab | Sejalan | Tanggungjawab | Visi | Moral Kepemimpinan | Pemimpin Itu | Sebab Ia | J Pusat Kajian | Oleh Badjoeri Widagdo | Pengurus Pusat Yayasan Jati Diri Bangsa |

referensi :        http://bataviase.co.id/node/218088

10 Komentar »

  1. ula Said:

    ternyata untuk jadi seorang pemimpin itu cukup sulit juga ya,,,
    berkat aku baca blog ini, aku jadi tau,, thanks

  2. arya Said:

    infonya sangat bagus dan menarik,aku suka ini………

    • 4sl4miy4h Said:

      thanks ya,,,
      mohon maaf jika anda kurang puas dengan onfo yang saya sajikan ,,,,

  3. bella Said:

    askum,,, ,,, ,,, ,,,
    Siiiiiiiipppppp banget,,, ,,,, ,,,, ,,,
    Dehhhh….. Blog you….
    Nambah pngetahuan q, thankz yaa uda ngasih info . He hehe he…….
    Pkok”e manteeep deh blognya

  4. jwtha Said:

    blognya shippp
    orangnya jg ship dunk,,

  5. puppy Said:

    bguss,, mia,,,,,,,
    pean tambah shipp ja,,,,,,
    bleh dunk aq diajarin ,,,,,,,,,,,,,,,,

    • 4sl4miy4h Said:

      thanks ya,,,,
      bleh ja diajarin
      asal DPnya dlu,,,he,he,he


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: